Fakta Tentang Keracunan Makanan dan Cara Mengatasinya

Fakta Tentang Keracunan Makanan dan Cara Mengatasinya


Fakta Tentang Keracunan Makanan dan Cara Mengatasinya | Bahan makanan yang tiap tiap hari kita makan, kadang-kadang dapat mengandung senyawa yang beracun tanpa kita memahami atau terdapat senyawa-senyawa kimia yang tak mempunyai nilai nutrisi. Maka mari kita kenali senyawa-senyawa kimia dalam bahan makanan yang dapat membahayakan. Mulai berasal dari garam anorganik simpel hingga pada yang lebih besar dan terhitung kompleks. Bahaya yang dapat ditimbulkan berasal dari makanan berbahaya ini dapat berupa keracunan makanan menahun (akut) hingga dapat memengaruhi DNA atau genetis, yaitu mengalami mutasi DNA atau mutasi gen.

Senyawa Beracun Alami berasal dari Bahan Alami

Bahan makanan nabati atau hewani kadang dapat terhitung beracun, secara alamiah senyawa beracun ini dapat membawa dampak keracunan yang akut. 

Pada masyarakat kita mengenal layaknya diantaranya sebagai selanjutnya :

Daun singkong yang mengandung sianida (HCN)

Hidrogen sianida merupakan senyawa yang dikeluarkan oleh bahan pangan nabati. Asam selanjutnya terlihat terkecuali dihancurkan, dikunyah, diiris atau saat rusak. Jika dicerna maka hidrogen sianida ini dapat dapat secara cepat terserap melalui organ pencernaan dan masuk kedalam aliran darah. Dosis mematikan adalah 0,3-0,5 mg HCN per berat badan. Akan namun perihal ini dapat diatasi bersama merebus daun singkong selanjutnya asalkan tidak tertutup rapat. Dengan sistem pemanasan ini, maka enzim yang membawa dampak pemecahan lamarin jadi inaktif, sehingga membawa dampak racun sianida tak jadi terbentuk. Glikosida dalam daun singkong sendiri sesungguhnya bukan racun dalam perihal ini banyak kontradiksi, namun yang jadi penyebab adalah banyaknya bakteri yang ada pada saluran pencernaan anggota bawah dapat memecah glikosida selanjutnya jadi asam sianida.

 Alkaloid dalam kentang

Kandungan alkaloid dalam kentang dapat membawa dampak keracunan makanan pada manusia. Alkaloid dapat menghambat kerja berasal dari enzim asetilkolinesterase yang memengaruhi transmisi implus syaraf. Hal ini membawa dampak alkaloid dalam kentang yang beracun, dapat melampaui 10 kali kandungan alkaloid dalam kentang yang tak beracun, kebanyakan 5 mg per 100 gram berat kentang yang segar.

Kafein dalam teh, kopi, kola dan beragam minuman penyegar

Kafein terhitung kedalam alkaloid juga. Makanan dan minuman yang mengandung kafein layaknya teh, kopi, cola dan beragam minuman penyegar kemasan, dapat menstimulasi sebagian kegiatan biologi lainnya. Kandungan kafein di dalam minuman teh relatif lebih besar dibandingkan yang terdapat dalam kopi, namun pemanfaatan teh sendiri ke dalam minuman jadi lebih lebih encer terkecuali dibandingkan bersama kopi. Bahaya kafein dalam secangkir teh  tidak cukup lebih 30 mg tetapi kpi 85 mg dan coca-cola sendiri 35 mg tiap botol.

Mimosin dalam daun lamtoro

Mimosin dalam lamtoro atau dikenal bersama petai cina adalah senyawa yang dicurigai sebagai penyebab rontoknya rambut yang berlangsung pada hewan maupun manusia. Hipotesis terkait perihal ini adalah dikarenakan mimosin terkait bersama retrogresso sel-sel partikel pada rambut. Mimosin mempunyai sifat yang ringan larut ke dalam air. Cara untuk menurunkan mimosin dalam lamtoro adalah bersama merendam dalam air pada suhu 70 derajat C sepanjang 24 jam atau 100 derajat sepanjang 4 menit.

 Asam jengkolat

Asam ini terdapat dalam biji jengkol. Daya tahan tubuh seseorang pada jengkol ini berbeda-beda. Keracunan makanan dikarenakan asam jengkolat ini jarang menyebabkan kematian, jumlah asam jengkolat perbiji dapat capai 1-2% berasal dari berat pada bijinya. Asam jengkolat sendiri merupakan asam yang sukar untuk larut dalam air. Selain itu asam jengkol mempunyai sifat kelarutan asam basa yang terlampau lama. Asam jengkolat membentuk kristal dalam air seni manusia terkecuali pH air seni selanjutnya asam maka asam jengkolat dapat mengkristal di dalam ginjal tubuh manusia.

Pencegahan

Pencegahan keracunan makanan dapat dilakukan bersama menerapkan langkah-langkah sebagai selanjutnya :

  • Selalu laksanakan langkah membasuh tangan yang tepat dan memelihara tangan dalam situasi bersih, rambut dan baju juga.
  • Cuci tangan sehabis mengolah daging, telur dan lain sebagainya.
  • Jangan menyajikan makanan segera berasal dari botol, untuk menghindari kontaminasi sisa-sisa makanan.
  • Jangan menaruh pembersih dan obat-obatan di dalam kaleng atau wadah berasal dari kaleng.
  • Mendinginkan makanan yang panas diatas 140 derajat F dan di bawah 40 derajat F.
  • Makanan yang udah 2-3 jam ada suhu 60 derajat F hingga 125 derajat F tidak boleh dimakan dikarenakan udah tak aman.
  • Menyimpan makanan dingin dan beku dalam freser secepatnya sehabis berbelanja.
  • Menyimpan makanan layaknya telur, olahannya, anggur atau asam terhitung beragam krim dalam lemari es.
  • Hindari buah kaleng, daging kaleng dan lain-lain yang membahayakan.
  • Jika memanaskan makanan mengeluarkan bau tak sedap, busa dan tak wajar, segera menghalau atau membuang tanpa mencicipi.
  • Jangan mengkonsumsi makanan yang udah berjamur.
  • Jangan minum susu yang tidak steril.
  • Jangan buat persiapan makanan lebih berasal dari dua hari.
  • Membagi makanan jadi porsi-porsi kecil untuk di sediakan dan didinginkan.
  • Jangan meminum air yang tidak steril.

Penanganan

Jika mengalami keracunan makanan, laksanakan pemberian layaknya langkah-langkah selanjutnya ini :

1. Mengontrol mual dan muntah
2. Mencegah dehidrasi
3. Kunjungi Dokter

Itulah Fakta Tentang Keracunan Makanan dan Cara Mengatasinya. Bermanfaat. 


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »